| Ditulis sendiri oleh Taylor Swift, lagu ini mendapatkan kesuksesan komersial di Amerika Serikat dan Kanada, alasannya memulai debutnya di nomor 11 di Billboard Hot 100 dan nomor sepuluh di Canadian Hot 100. Dalam sebuah wawancara mengenai lagu Mean, Taylor Swift menyampaikan bahwa lagu ini diciptakan dan ditujukan kepada orang-orang yang kritis terhadapnya. Kita tahu bahwa sebenernya kritikan itu ada beberapa macam, Ada kritik konstruktif, ada kritik profesional, dan kemudian ada kritikan yang jahat. Dan lagu ini ditujukan kepada orang yang mengkritik Swift dengan jahat. Rumor lain menyampaikan bahwa orang yang dimaksud Taylor Swif dalam lagu Mean ini ialah Bob Lefsetz seorang bloger populer yang dengan jahat mengkritik swift habis-habisan dalam blog nya. Jadi sanggup disimpulkan secara sederhana bahwa lagu Mean menceritakan wacana perasaan Taylor Swift yang murung alasannya menjadi korban kritikan seseorang yang jahat. Dalam lagu ini taylorswift mengandaikan bahwa kritikan jahat tersebut layaknya pedang yang sanggup melukai perasaanya. Dan sekeras apapun Taylor Swift berusaha menjadi lebih baik, yang Namanya orang jahat itu ya selalu mengkritik. Oke, untuk lebih lengkapnya lagi, kita maknai dan interpretasi saja keseluruhan lirik lagunya. Baca hingga habis ya, kesimpulan ada di final tulisan. |
| Verse 1: You, with your words like knives Kau, dengan kata-katamu layaknya belati And swords and weapons that you use against me Layaknya pedang dan layaknya semua senjata yang kamu gunakan untuk melukaiku You, have knocked me off my feet again Kau, telah menjegalku lagi Got me feeling like a nothing Membuatku merasa tak berguna You, with your voice like nails on a chalk board Kau, dengan suaramu layaknya paku di papan tulis calling me out when I'm wounded Membullyku dikala saya terluka You, picking on the weaker man Kau, menentukan lawan yang lemah |
| Verse 1, ialah penggambaran Swift wacana seseorang yang jahat yang telah mengkritiknya. Makara swift menyampaikan bahwa kritikan tersebut layaknya belati yang sangat-sangat melukai dirinya. Rumor yang berkembang bahwa seorang jahat yang dimaksud swift dalam lirik ini ialah Bob Lefsetz yang selalu menyampaikan bahwa Swif itu tidak sanggup bernyanyi. Makara liriknya seolah penitikberatan bahwa Bob salah dalam mimilih lawan alasannya bob ialah seorang laki-laki yang terus menyakiti SwifT sebagai seorang wanita |
| Pre-chorus Well, you can take me down Sebenarnya, kamu sanggup menjatuhkanku with just one single blow Hanya dengan satu pukulan But you don't know, what you don't know Namun kamu tak tahu, apa yang tidak kamu ketahui |
| Pre-chorus: ialah anggapan taylor swif jikalau ingin menyerangnya lebih baik orang yang jahat tersebut memukulnya saja, jangan melalui kata-kata. Swift menganggap bahwa seseorang tersebut ialah orang yang nyinyir tapi gotong royong ia taktahu apa-apa |
| Chorus: Someday, I'll be living in a big old city Suatu hari nanti, saya akan Tinggal di kota renta yang besar And all you're ever gonna be is mean Dan sema yang kamu sanggup hanyalah menjadi orang jahat Someday I'll be Big enough so you can't hit me Suatu hari nanti saya akan menjadi cukup besar hingga kamu tak sanggup memukulku And all you're ever gonna be is mean Dan semua yang kamu sanggup hanyalah menjadi orang jahat Why you gotta be so mean? Mengapa kamu harus begitu jahat? |
| Chorus ialah pemahaman wacana dunia dan nasib seseorang itu berputar. Siapa tahu orang yang dulunya di hina suatu dikala sanggup menjadi orang sukses kan. Di lirik ini juga diandaikan biasanya orang yang selalu di hina di kemudian hari akan menjadi sukses. Sementara orang yang menghina biasanya dikemudian hari akan terpuruk alasannya sikapnya yang jahat itu. |
| Verse 2: You, with your switching sides Kau, dengan muka dua mu And your wildfire lies and your humiliation Dan dustamu yang merajalela serta hinaan-hinaanmu You, have pointed out my flaws again Kau, telah membuka aibku lagi As if I don't already see them Seolah saya tak mengetahuinya I walk with my head down Kuberjalan tertunduk Trying to block you out Mencoba mengabaikanmu 'cause I never impress you Karena saya tak pernah membuatmu terkesan I just want to feel okay again Aku hanya ingin merasa nyaman lagi |
| Muka 2 di verse 2, dimaksudkan bahwa orang yang mengkritik tersebut seolah membisu di dunia nyata, namun di dunia maya (blog) ia terus mengkritik Swift, sehingga Swift melabeli orang tersebut sebagai orang yang munafik. |
| Pre-chorus 2: I bet you got pushed around Pasti kamu tertekan Somebody made you cold Seseorang membuatmu menjadi dingin But the cycle ends right now Namun bundar itu sekarang berakhir 'Cause you can't lead me down that road Karena kamu tak sanggup menuntunku lewati jalan itu |
| Pre chorus, menyampaikan lebih lanjut bahwa Taylor sudah sukses dan para pengkritik jahat tersebut tak sanggup mengkritiknya lagi |
| Bridge: And I can see you years from now in a bar Dan bertahun yang akan tiba sanggup kulihat kamu di sebuah bar Talking over a football game Membicarakan pertandingan sepak bola With that same big loud opinion Dengan pendapat tak mau kalah yang masih sama But nobody's listening Namun tak ada yang mendengarkan Washed up and ranting about the same old bitter things Lelah dan mengeluhkan kepahitan yang itu-itu saja Drunken and rumbling on about Mabuk dan mengomel wacana semuanya How I can't sing Bagaimana saya sanggup menyanyi But all you are is mean Namun engkau hanyalah orang jahat All you are is mean, And a liar, And pathetic, And alone in life Engkau hanyalah orang jahat, dan pembohong, dan menyedihkan dan sendiri dalam hidup And mean, and mean, and mean, and mean! Dan jahat, dan jahat, dan jahat, dan jahat |
| Bridge ialah pendapat Swift yang menyampaikan bahwa orang jahat akan selamanya jadi jahat. Karena jahat itu sifat, yang sulit diubah oleh seseorang. Pun demikian sama dengan para pengkritik Swift tersebut. |
| Kesimpulan: Setelah kita Interpretasi dan maknai keseluruhan liriknya, lagu Mean menceritakan wacana perasaan Taylor Swift yang murung alasannya menjadi korban kritikan seseorang yang jahat. Dalam lagu ini taylor swift mengandaikan bahwa kritikan jahat tersebut layaknya pedang yang sanggup melukai perasaanya. Dalam lagunya juga ditekankan wacana dunia dan nasib seseorang itu berputar. Siapa tahu orang yang dulunya di hina suatu dikala sanggup menjadi orang sukses kan. Di lirik ini juga diandaikan biasanya orang yang selalu di hina di kemudian hari akan menjadi sukses. Sementara orang yang menghina biasanya dikemudian hari akan terpuruk alasannya sikapnya yang jahat itu. Dan sekeras apapun Taylor Swift berusaha menjadi lebih baik, yang Namanya orang jahat itu ya selalu mengkritik. Karena jahat itu sifat, yang sulit diubah oleh seseorang. Pun demikian sama dengan para pengkritik Swift tersebut. Bermakna lain dari sudut pandang remaja Mean bagi sebagian berakal balig cukup akal khususnya yang duduk di dingklik sekolah kebanyakan mengartikan lagu ini sebagai lagu motivasi seseorang yang lagi di bully kawan-kawanya. Karena lagu ini seolah memberi pelajaran pada berakal balig cukup akal wacana perilaku apa yang harus dilakukan ketika diejek, disepelekan dikala berrgaul. Lagu ini seolah menekankan pada berakal balig cukup akal untuk mengabaikan semua olok-olokan dan kritikan itu untuk kemudian berfokus ke masa depan. Karena tak ada yang tahu nasib seseorang kedepanya bukan? Siapatahu orang yang selama ini diejek akan jadi eksklusif yang lebih besar di kemudian hari. *Penulis lirik lagu Mean ialah Taylor Swift. Lagu ini rilis pada tahun 2010. Sedangkan interpretasi pemaknaan pada lirik lagu ini berasal dari pendapat eksklusif penulis blog. |
0 komentar:
Posting Komentar