Menjadi laki-laki memang tampaknya sudah ditakdirkan untuk mengambil kiprah mayoritas dalam suatu hubungan. Dengan anggapan ini pula lah masyarakat umum utamanya kaum wanita, menganggap bahwa kiprah menyatakan cinta atau ‘menembak’ yaitu kiprah laki-laki. Hal tersebut menjadi praktis jikalau laki-lakinya punya rasa percaya diri yang sangat tinggi, namun akan jadi duduk kasus jikalau laki-laki itu minder dan tak berani mengungkapan rasa cintanya. Yap, lagu Something Just Like This tampaknya ditujukan untuk para laki-laki yang minder untuk mengungkapkan rasa cinta pada gebetan. Hal tersebut mungkin didasari pada realita dikala ini, dimana para lelaki kadang juga harus berfikir seribu kali untuk nembak wanita, alasannya yaitu akan saikit rasanya ketika cinta yang diungkapkan tidak terbalas. Oke, untuk lebih jelasnya, kita interpretasi dan maknai saja keseluruhan liriknya |
Verse 1: I've been reading books of old Telah kubaca buku-buku tua The legends and the myths Legenda dan mitos Achilles and his gold Achilles dan emasnya Hercules and his gifts Hercules dan karunianya Spiderman's control Spiderman dengan kontrolnya And Batman with his fists Dan Batman dengan tinjuannya And clearly I don't see myself upon that list Dan yang terang saya tak lihat diriku di daftar itu |
Verse 1, menekankan pandangan penulis lagu yang minder mendekati “wanita pujaanya.” Dalam lirik ini penulis lagu seolah merasa sebagai lelaki yang tak sempurna, ia merasa tak ibarat Achilles seorang insan setengah tuhan asal Yunani, ia buakan ibarat Hercules yang kuat, bahkan juga tak sepert spiderman dan batman yang punya kekuatan super. Lirik ini juga sanggup dimaknai bahwa “wanita pujaanya” tampaknya perempuan yang manis dan sempurna, yang juga di sukai oleh pria-pria keren layaknya semua superhero diatas. Lirik “achiles, Hercules, batman dan spiderman” sanggup juga sebuah metafora ihwal penggambaran pria-pria keren (saingan penulis lagu) yang mungkin punya ketampanan, punya kekayaan bahan dsb. Sehingga penulis lagu seolah minder, alasannya yaitu jikalau dibandingan pria-pria keren tersebut ia tidak ada apa-apanya. |
Pre-Chorus: But she said, where did you wanna go? Tapi ia (wanita pujaanku) mengatakan, kemana kau ingin pergi? How much you wanna risk? Seberapa berpengaruh kau ingin mengambil risiko? I’m not looking for somebody Aku tidak mencari seseorang With some superhuman gifts Dengan beberapa karunia super Some superhero Beberapa superhero Some fairytale bliss Beberapa kebahagiaan dongeng Just something I can turn to Hanya sesuatu yang sanggup ku tuju Somebody I can kiss Seseorang yang sanggup ku cium |
Namun segala kegundaan, keminderan, yang dirasakan oleh penulis lagu ditanggapi dengan tegas oleh “wanita pujaanya” lewat lirik Pre-Chorus ini. Di lirik ini “wanita pujaanya” seolah menyampaikan pada penulis lagu; “hey si penulis lagu! jangan minder jikalau ingin mendekati saya (kamu harus ambil resiko), kau harus berusaha keras mendapat aku, alasannya yaitu saya tak melihat orang dari seberapa kuat, atau beliau punya apa, namun saya melihat seseorang dengan hatinya.” Di lirik ini “wanita pujaanya” juga seolah menyampaikan bahwa seberapa jago laki-laki lain diluar sana sekalipun ibarat superhero, jikalau mereka tidak mempedulikan perasaanya, tidak perhatian terhadapnya, hal itu juga sama saja bohong. Lirik “Somebody I can kiss” membuktikan lebih lanjut bahwa “wanita pujaanya” bersama-sama hanya ingin laki-laki yang perhatian dan mengasihi dirinya, hanya itu saja. |
Bridge: Oh, I want something just like this Oh, saya menginginkan sesuatu ibarat ini I want something just like this Aku ingin sesuatu ibarat ini |
Ya, rupanya hanya itu yang perempuan pujaanya inginkan, hanya sebuah hati yang baik tanpa melihat rupa, bahan dan lainya. |
Setelah kita interpretasi semua lirik lagunya, sanggup kita simpulkan bahwa lagu Something Just Like This bercerita ihwal seorang laki-laki yang minder mendekati perempuan pujaanya. Nampaknya perempuan itu manis dan disukai banyak laki-laki yang keren. Sehingga laki-laki itu merasa ia tak pantas mendapat perempuan itu jikalau dibanding pria-pria lain yang jago itu. Padahal si perempuan dalam menentukan pasangan tidak memandang status,rupa,materi atau apapun itu, ia memandang bahwa laki-laki yang baik yaitu laki-laki yang mengerti perasaan perempuan dan mengasihi dirinya. Hal yang seharusnya kita pelajari dari lagu ini Kehadiran colplay sebagai pengisi lagu The Chainsmokers rupanya mempunyai nilai plus tersendiri alasannya yaitu Coldplay seperti sanggup menyisipkan pesan positif pada keseluruhan lagu. Secara sederhana Something Just Like This menawarkan citra berharga untuk sanggup dipelajari pendengarnya, diantaranya adalah; Pertama, jadilah langsung apa adanya. Sebagian verse 1 seolah menggambarkan kepada kita, bahwa untuk mendekati “orang yang kita sayangi” kita itu harus jujur apa adanya dengan mengakui kelemahan kita. Hal tersebut jauh lebih baik daripada harus bersandiwara dan mengarang hal yang tidak kita punya. Kedua, jadilah laki-laki yang percaya diri. Kita sudah sederhana, apa adanya, dan jujur dengan kekurangan kita, jangan pula jadi minder dengan orang lain. Karena percayalah kita semua terlahir dengan suatu keunikan. Bahkan ketika fisik kita buruk misal, atau tak punya bahan bahkan tak punya apa-apa, kita masih punya hati, kita masih punya sikap, yang baik. Yahh.. walaupun kadang orang lain juga tak menilai kita dengan hati. Ketiga, lihatlah seseorang dari hatinya. Lagu ini seolah menyentil realitas perempuan dikala ini yang melihat laki-laki hanya dari cover dan bahan (hanya pendapat saya). Di lagu ini seolah para perempuan diperingatkan bahwa dalam menilai lelaki itu ya dilihat dari perilaku dan hatinya, lelaki ibarat itulah yang sanggup mengasihi para wanita. Sama saja bohong jikalau menentukan lelaki yang punya semuanya namun hatinya tak baik, atau yang tak setia kan, mau diselingkuhin sama peria ibarat itu? Kalua saya sih enggak ๐ *Penulis lirik lagu Something Just Like This yaitu Chris Martin dan Andrew Taggart. Lagu ini rilis tahun 2017. Sedangkan interpretasi pemaknaan pada lirik lagu ini berasal dari pendapat langsung penulis blog. |
0 komentar:
Posting Komentar