Senin, 23 September 2019

Terjemahan Lagu Coldplay What If: Kasih, Bagaimana Kalau Kita Putus Saja?


Lagu “What if” secara sederhana mengisahkan wacana hubungan antara si penulis lagu dan pasangannya yang diambang kehancuran. Sepertinya mereka sering bertengkar, sehingga penulis lagu seolah ragu apakah ia ingin meneruskan hubungan tersebut atau mengakhirinya. Penulis lagu pun hasilnya melontarkan sebuah pertanyaan “bagai mana jika” di keseluruhan lirik pada kekasihnya. “Bagaimana kalau tidak ada cita-cita lagi tuk melanjutkan hubungan dengan cara yang baik? Bagaimana kalau kekasihnya sudah tak mencintainya lagi?  bagaimana kalau tak ada ini dan itu, dst

Oke Untuk lebih lengkap bagaimana interpretsi makna lagu ini, yuk lah kita bedah lagunya bait demi bait. Baca hingga habis ya, kesimpulan ada di final tulisan.

Verse 1:
What if there was no lie?
Bagaimana kalau tidak ada kebohonga?
Nothin' wrong, nothin' right
Tidak ada yang salah, tidak ada yang benar
What if there was no time
Bagaimana kalau tidak ada waktu
And no reason or rhyme?
Dan tidak ada alasan dan sebab?

What if you should decide
Bagaimana kalau kau harus memutuskan
That you don't want me there by your side
Bahwa kau tidak ingin saya di sana di sampingmu
That you don't want me there in your life?
Bahwa kau tidak ingin saya di sana di hidupmu?
Verse 1, bahkan di keseluruhan lirik lagunya, berisikan wacana pertanyaan penulis lagu pada kekasihnya. Makara penulis lagu seolah ngomong sama kekasihnya “hey kekasihku, gimana kalo hubungan kita putus saja, niscaya ga ada kebohongan lagi, ga ada tabrak argumen lagi dimana ga ada yang salah atau benar?”
Lirik “What if you should decide, dst” melanjutkan perkataan si penulis lagu. “toh, kau juga tampaknya sudah ga cinta sama aku, tog tampaknya kau tak menginginkaku dalam hidupmu lagi”

Verse 2:
What if I got it wrong?
Bagaimana kalau saya salah memahami?
And no poem or song
Dan tidak ada puisi atau lagu
Could put right what I got wrong
Apa sanggup memperbaiki apa yang saya salah pahami?
Or make you feel I belong
Atau membuatku mencicipi saya pantas di sana

What if you should decide
Bagaimana kalau kau harus memutuskan
That you don't want me there by your side
Bahwa kau tidak ingin saya di sana di sampingmu
That you don't want me there in your life?
Bahwa kau tidak ingin saya di sana di hidupmu?
Lirik ini ialah citra kegelisahan dari penulis, dan seolah melanjutkan pertanyaan pada kekasihnya. “hey kekasihku, gimana kalo kita putus saja, toh hasilnya saya kau anggap salah lagi, toh hasilnya saya tak sanggup memperbaiki kesalahanku, toh hasilnya saya gak sanggup memperbaiki hubungan kita lagi.”

Chorus:
Ooh, that's right
Ooh, itu memang benar
Let's take a breath, jump over the side
Ayo tarik nafas, melompatlah ke sisi yang lain
Ooh, that's right
Ooh, itu memang benar
How can you know it if you don't even try?
Bagaimana kau sanggup mengetahuinya kalau kau bahkan tidak mencoba?
Ooh, that's right
Ooh, itu memang benar
Chorus/reff ialah kesimpulan dari semua pertanyaan penulis lagu pada kekasihnya. Sepertinya lirik ini seolah penulis mantap untuk pergi dari hidup kekasihnya. Daripada terus-terusan sakit, ia seolah ingin melepas kekasihnya. Semua itu menjawab semua keragu-raguan atas hubungan dengan kekasihnya di semua lirik lagu, ia ingin mencoba melepaskan, lantaran kalau tak mencoba bagaimana ia sanggup mengetahuinya.

Verse 3:
Every step that you take
Setiap langkah yang kau ambil
Could be your biggest mistake
Mungkin saja kesalahan terbesarmu
It could bend or it could break
Itu sanggup bengkok atau itu sanggup hancur
But that's the risk that you take
Tapi itu ialah resiko yang kau ambil

What if you should decide
Bagaimana kalau kau harus memutuskan
That you don't want me there by your side
Bahwa kau tidak ingin saya di sana di sampingmu
That you don't want me there in your life?
Bahwa kau tidak ingin saya di sana di hidupmu?
Verse 3, menjabarkan lebih lanjut lirik reff. Bahwa mungkin dengan meninggalkan kekasihnya, si penulis lagu mengambil banyak resiko, bagi dirinya sendiri atau bagi kekasihnya. Tapi cinta sendiri juga merupakan sebuah resiko, cinta kadang memberi kita keindahan kadang juga memberi rasa sakit.

Di lirik ini di tegaskan kembali bahwa toh kekasihnya mungkin juga tak mencintainya lagi, tak ingin si penulis lagu ada di sisinya lagi. jadi untuk apa mempertahankan semua hubungan cinta tersebut.

Kesimpulan:
Setelah kita interpretasi lirik demi lirik, sanggup disimpulkan bahwa lagu “What if” sebetulnya menceritakan wacana keragu-raguan si penulis lagu terhadap masa depan hubungan percintaan dengan kekasihnya. Jika kita melihat liriknya, tampaknya kekasihnya tak mencintainya lagi, sehingga penulis lagu terus bertanya pada kekasihnya “bagaimana kalau kita putus saja, niscaya ga ada kebohongan lagi, ga ada tabrak argumen lagi dimana ga ada yang salah atau benar, ga ada yang harus di jelaskan lagi, dan seterusnya” pertanyaan tersebut lah yang hasilnya menimbulkan tekatnya bundar untuk meninggalkan kekasihnya. Meskipun berat, dan penuh resiko, namun mau bagaimana lagi, kalo ga mencoba meninggalkan gimana kita sanggup tahu kan? Akan percumah juga kalo mempertahankan hubungan kalau keduanya terus mencicipi sakit. Makara meninggalkan mungkin ialah pilihan bijak.









*Penulis lirik lagu What If ialah Chris Martin, Lagu ini rilis tahun 2005. Sedangkan interpretasi pemaknaan pada lirik lagu ini berasal dari pendapat langsung penulis blog.

Terjemahan Lagu Coldplay What If: Kasih, Bagaimana Kalau Kita Putus Saja? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: hadmel

0 komentar:

Posting Komentar